Menggendong dengan lebih nyaman, percaya diri, dan leluasa.
Enam belas langkah bergambar ini merangkum pengalaman PsLing selama dua puluh lima tahun,
agar sling bekerja secara alami mengikuti tubuh Anda.
Menggendong dengan nyaman dan percaya diri.
Enam belas langkah bergambar yang disempurnakan
dari pengalaman PsLing selama dua puluh lima tahun.
Daftar Panduan
Apa Itu Ring Sling?
Ring sling bayi dibuat dari satu lembar kain lebar yang dikunci melalui dua ring. Kain menopang bayi sekaligus membagi beban ke bahu dan punggung pemakai.
01 / STRUKTUR
Kain lebar melewati dua ring sehingga panjang dan ketegangannya dapat disesuaikan.
02 / PENOPANG
Kantong membungkus bayi, sedangkan kain yang lebar membagi beban ke bahu dan punggung.
03 / POSISI
Dapat digunakan dari posisi cradle untuk bayi baru lahir hingga posisi tegak setelah kontrol kepala berkembang.
Tujuannya bukan menenggelamkan bayi jauh ke dalam kain. Pastikan wajah dan jalan napas selalu terlihat, lalu gunakan lebar dan ketegangan kain untuk menopang posisi yang stabil.
Nama Bagian Ring Sling

Sisi luar terlihat saat sling dikenakan, sedangkan sisi dalam menghadap tubuh. Sebelum digunakan, kenali ekor yang menggantung dari ring dan kantong yang menopang bayi.
Ring
Dua ring mengunci kain serta mengatur ukuran lingkaran dan kekencangannya. Letakkan tepat di bawah tulang selangka.
Ekor
Ujung kain yang menggantung dari ring. Gunakan untuk memeriksa kain yang terpelintir dan mengatur setiap tepi kain.
Kantong
Bagian kain tengah yang menopang bayi. Gunakan seluruh lebarnya tanpa menyempitkannya menjadi kantong ketat, dan pastikan wajah serta jalan napas tetap terlihat.
Panduan Persiapan
Persiapan

Langkah 01
Kondisi Awal
Kondisi Awal
Kondisi PsLing Saat Diterima
Kondisi PsLing Saat Diterima
Setiap PsLing dibuat dengan perhatian pada setiap jahitan dan lipatan.
Untuk keperluan pengemasan, kain dimasukkan ke ring secara sementara. Keluarkan kain dari ring dengan lembut, lalu pasang kembali dengan benar mengikuti langkah-langkah berikut.
Setiap PsLing dibuat dengan perhatian pada setiap jahitan dan lipatan.
Kain dipasang sementara untuk pengemasan. Keluarkan dengan lembut, lalu pasang kembali mengikuti langkah-langkah berikut.
Dasar Memasang Kain ke Ring

01 Periksa Arah Kain
Pegang bagian bahu dengan label merek menghadap ke atas, lalu buka tail secara perlahan sambil memeriksa label perawatan di sisi belakangnya.

02 Buka Tail
Buka lipatan tail hingga selebar mungkin. Pegang kedua tepi luarnya pada bagian ujung, lalu bentangkan dengan lembut.

03 Kumpulkan Kain
Mulai dari kedua tepi luar, kumpulkan kain perlahan ke arah tengah hingga terbentuk lipatan yang merata di tangan Anda.

04 Masukkan Melalui Kedua Ring
Jaga ujung kain yang terkumpul tetap rata, lalu masukkan sekaligus melalui kedua ring tanpa membuat kain terpelintir.

05 Periksa Pelintiran
Sebelum melanjutkan, pastikan kain tidak terpelintir atau bertumpuk di antara bagian bahu dan ring.

06 Atur Ukuran Lingkaran
Tarik kain yang telah dimasukkan ke arah depan secara perlahan, lalu atur perkiraan ukuran lingkaran sesuai postur pemakai dan ukuran bayi.

07 Masukkan Kembali di Antara Ring
Seperti memasang ikat pinggang, lipat kain kembali lalu masukkan di antara kedua ring ke arah Anda.

08 Periksa Sisi Kain
Sisi belakang tail harus menghadap ke atas saat keluar dari ring. Susunan ini memungkinkan penyetelan yang lancar.

09 Periksa Tepi Tail
Terakhir, pastikan tepi bawah tail yang menjuntai membentuk kipas yang rata. Pemasangan dasar kini selesai.
Langkah 02
Mengatur Lipatan Kain
Mengatur Lipatan Kain
Atur Lipatan di Ring
Atur Lipatan di Ring
Lipatan yang tersusun merata pada ring sangat penting untuk menggendong dengan nyaman dan seimbang.
Susun kain dari tepi ke tepi menjadi lipatan seperti akordeon. Kedua tepi yang dijahit, atau rail, harus berada terpisah di sisi kiri dan kanan ring. Jika kain tidak terbentang rata, longgarkan lalu pisahkan lipatannya dengan lembut.
Lipatan yang merata pada ring penting untuk kenyamanan saat menggendong.
Pisahkan kedua tepi kain di sisi ring dan bentuk lipatan seperti akordeon. Jika ada bagian terpelintir atau bertumpuk, longgarkan dan atur kembali.

PENYETELAN LIPATAN

a. Longgarkan Seluruh Kain
Jika kain tidak bergerak dengan lancar, dorong tail yang kencang kembali ke arah ring dan longgarkan seluruh bagian lipatan.

b. Pisahkan Kedua Rail
Temukan tepi yang dijahit, atau rail, pada setiap sisi kain dan arahkan masing-masing ke sisi ring.

c. Pisahkan Lipatan Tengah
Terakhir, pisahkan kain di antara kedua rail seperti membuka akordeon hingga lipatannya kembali merata pada ring.

Langkah 03
Sentuhan Akhir
Sentuhan Akhir
Penyetelan Akhir
Penyetelan Akhir
Tarik tail perlahan ke bawah tanpa mengganggu susunan lipatan.
Menarik tail secukupnya akan mengatur lingkaran gendongan, atau kantong, pada ukuran awal yang tepat. Persiapan ini menjadi dasar posisi yang stabil dan dekat dengan tubuh.
Tarik tail perlahan ke bawah tanpa mengganggu susunan lipatan.
Atur lingkaran gendongan, atau kantong, pada ukuran awal yang sesuai agar posisinya stabil dan dekat dengan tubuh.
Langkah 04
PENYETELAN AMAN
PENYETELAN AMAN
Periksa Bentuk Kipas
Periksa Bentuk Kipas
Untuk menyelesaikan persiapan, pastikan tail terbuka membentuk kipas yang rata di bawah ring.
Kain harus menjuntai halus tanpa pelintiran dari satu tepi ke tepi lainnya. Susunan ini memungkinkan kain disetel dengan lancar saat Anda mulai menggendong.
Pastikan tail terbuka membentuk kipas yang rata di bawah ring, menjuntai halus tanpa pelintiran dari tepi ke tepi.

Pemakaian Dasar
Cara Memakai
Memakai PsLing bukan sekadar meletakkan selembar kain pada tubuh. Bagian bahu mengikuti garis alami tubuh, sementara kain terbentang halus melintasi badan sehingga ring dan kantong bekerja sebagai satu sistem penopang.
Langkah berikut menjelaskan konstruksi bahu dan urutan dasar pemakaian.
PsLing mengikuti bahu dan tubuh, bukan sekadar menggantung sebagai kain. Langkah berikut menjelaskan konstruksi dan urutan dasar pemakaiannya.

Langkah 05
Menyejajarkan Ring
Menyejajarkan Ring
Sejajarkan Kedua Ring
Sejajarkan Kedua Ring
Angkat sling perlahan dengan kedua tangan dan sejajarkan kedua ring agar menghadap lurus ke depan.
Posisi ring yang benar merupakan langkah pertama untuk memakai sling tanpa pelintiran.
Angkat sling dan sejajarkan kedua ring agar menghadap ke depan. Ini membantu mencegah kain terpelintir saat dikenakan.
Langkah 06
Masuk Melalui Lingkaran
Melalui Lingkaran
Letakkan pada Bahu
Letakkan pada Bahu
Pertahankan ring menghadap ke depan saat memasukkan lengan kanan dan kepala melalui lingkaran.
Letakkan bagian bahu pada bahu kiri, geser ring tepat ke bawah tulang selangka, lalu bentangkan kain secara lebar dan rata di punggung.
Panduan ini menggunakan PsLing untuk bahu kiri. Untuk pemakaian pada bahu kanan, balik petunjuk kiri dan kanan, lalu periksa kain dan posisi ring dengan saksama. Warna tail pada seri Gradation akan tampak berbeda saat dikenakan pada bahu yang berlawanan.
Pertahankan ring menghadap ke depan saat memasukkan lengan kanan dan kepala melalui lingkaran. Letakkan pada bahu kiri, posisikan ring di bawah tulang selangka, lalu bentangkan kain di punggung hingga rata.
Untuk bahu kanan, balik petunjuk arahnya dan periksa dengan teliti agar kain tidak terpelintir serta ring berada pada posisi yang benar.


Langkah 07
Menentukan Posisi Ring
Posisi Ring
Atur Posisi Ring
Atur Posisi Ring
Gunakan cermin untuk memastikan ring berada tepat di bawah tulang selangka.
Ring akan bergeser sedikit ke bawah setelah menerima berat bayi, jadi mulailah dari posisi sedikit lebih tinggi untuk mengurangi beban.
Periksa melalui cermin bahwa ring berada tepat di bawah tulang selangka. Mulailah sedikit lebih tinggi karena ring akan bergeser turun saat menerima berat bayi.
SPESIFIKASI BAHU

Periksa Spesifikasinya
Pegang ring di bagian atas dengan label merek menghadap Anda, lalu bentangkan tail. Posisi label perawatan menunjukkan spesifikasi bahunya.

Spesifikasi Bahu Kiri
Dibuat untuk dikenakan pada bahu kiri, dengan warna Gradation dan tenunan tail dirancang agar menjuntai ke arah yang semestinya.

Spesifikasi Bahu Kanan
Dibuat untuk dikenakan pada bahu kanan agar kain tidak terpelintir serta jatuh dan warna tail tampil sebagaimana dirancang.
PsLing dibuat sesuai spesifikasi bahu yang dipilih saat memesan. Sling dapat dikenakan pada bahu sebaliknya, tetapi kain akan terpelintir satu kali di bagian punggung. Periksa pelintiran kain dan posisi ring dengan saksama serta ikuti panduan ini. Pada seri Gradation, tampilan warna di bagian bahu dan kantong akan berbeda dari susunan biasanya saat dikenakan pada bahu sebaliknya.
Langkah 08
Membentuk Kantong
Membentuk Kantong
Bentuk Kantong Penopang
Bentuk Kantong Penopang
Masukkan satu tangan ke dalam sling dan bentuk kantong membulat di depan dada.
Gunakan lengan bawah dan tangan untuk membentangkan kain ke arah luar sehingga tersedia kedalaman yang cukup bagi bokong bayi.
Masukkan satu tangan dan bentuk kantong membulat di depan dada. Bentangkan kain dengan lengan bawah dan tangan agar cukup dalam untuk menopang bokong bayi.

Posisi Cradle
Posisi Cradle
Saat menggendong bayi yang belum mampu mengontrol kepala sepenuhnya, prioritas utama adalah posisi yang memungkinkan Anda terus melihat wajah dan memantau jalan napas. Bagian ini menjelaskan posisi cradle dengan metode PsLing. Selama digunakan, pastikan seluruh wajah bayi terlihat, kain maupun tubuh pemakai tidak menutupi hidung atau mulut, dan dagu tidak menekan dada.
Sebelum bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya, gunakan posisi yang memungkinkan wajah dan jalan napas selalu dipantau. Pastikan seluruh wajah terlihat dan kain maupun tubuh Anda tidak menutupi hidung atau mulut.

Langkah 09
Menyambut Bayi
Menyambut Bayi
Masukkan Bayi ke dalam Kantong
Masukkan Bayi ke dalam Kantong
Gendong bayi dengan lembut pada posisi tinggi di bahu yang berlawanan dengan sling sambil berbicara dengan tenang.
Masukkan tangan lainnya dari bawah kantong untuk menerima kedua kaki, lalu arahkan bayi perlahan ke bagian terdalam kantong dengan bokong terlebih dahulu. Mulailah dengan perut bayi menempel nyaman pada tubuh Anda.
Gendong bayi tinggi pada bahu yang berlawanan dengan sling. Masukkan tangan melalui kantong untuk menerima kedua kaki, lalu arahkan bayi ke bagian terdalam dengan bokong terlebih dahulu dan perut menempel nyaman pada tubuh Anda.
Langkah 10
Tampak Samping yang Tepat
Tampak Samping
Periksa Kaki dari Samping
Periksa Kaki dari Samping
Setelah bayi berada dalam posisi cradle, gunakan cermin untuk memeriksa kaki dari samping.
Kaki harus tetap terlihat sedikit melewati tepi kantong. Ini menunjukkan bokong berada di bagian terdalam kantong dengan pinggul terbuka. Jangan mengencangkan tail secara berlebihan.
Gunakan cermin untuk memeriksa kaki dari samping. Kaki harus terlihat sedikit melewati tepi kantong, yang menunjukkan bokong berada cukup dalam dengan pinggul terbuka.


Langkah 11
Pemeriksaan Posisi Cradle
Periksa Posisi Cradle
Periksa Seluruh Posisi
Periksa Seluruh Posisi
Periksa keseimbangan secara keseluruhan dan pastikan bayi ditopang dengan nyaman.
Gunakan cermin untuk memeriksa setiap penanda posisi berikut, terutama wajah, jalan napas, leher, punggung, pinggul, dan kedalaman kantong.
Periksa keseimbangan melalui cermin, terutama wajah, jalan napas, leher, punggung, pinggul, dan kedalaman kantong.
Langkah 12
Bentangan Kipas yang Rapi
Bentangan Kipas
Selesaikan Bentangan Berbentuk Kipas
Selesaikan Bentangan Berbentuk Kipas
Setelah seluruh pemeriksaan keselamatan selesai, pegang kedua tepi luar tail di bawah ring lalu bentangkan dengan lembut.
Posisi cradle selesai saat kain terbuka menjadi bentangan kipas yang rata.
Setelah seluruh pemeriksaan keselamatan selesai, pegang kedua tepi tail dan bentangkan dengan lembut menjadi kipas yang rata.

LANGKAH MEMASUKKAN BAYI

01 Periksa Ring
Sebelum memasukkan bayi ke sling, gunakan cermin untuk memastikan kedua ring berada tepat di bawah tulang selangka.

02 Topang Bayi
Sambil memegang bayi dengan aman menggunakan lengan kanan, masukkan lengan kiri dari bawah kantong untuk menopang bayi.

03 Arahkan ke dalam Kantong
Gunakan lengan yang menopang dari dalam untuk mengarahkan bayi perlahan ke bagian terdalam kantong yang terbuka.

04 Posisikan Bokong
Sesuaikan dengan lembut agar bokong bayi berada di tengah dan titik terdalam kantong.

05 Bentangkan Kantong
Bentangkan kain kantong ke luar agar menopang punggung dan bokong bayi secara merata, sambil memastikan seluruh wajah terlihat dan bebas dari kain.

06 Periksa Tepi Tail
Setelah posisi stabil, pastikan kedua tepi tail menjuntai lurus dari ring tanpa pelintiran.

07 Lengkungan Lembut yang Ditopang
Dalam posisi cradle, tubuh bayi tidak boleh tertekan hingga melengkung terlalu rapat. Pertahankan lengkungan lembut dengan leher dan punggung ditopang serta jalan napas tetap terbuka.

08 Pastikan Label di Bagian Dalam
Setelah sling dikenakan, pastikan label bahu tetap berada di bagian dalam dan kain tidak terpelintir.

09 Kaki Terlihat dari Samping
Dari samping, pastikan kaki terlihat melewati tepi kantong. Ini menunjukkan bokong bayi telah berada pada kedalaman yang semestinya.
Posisi Tegak
Posisi Tegak
Posisi tegak digunakan setelah bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya. Posisi ini mempertahankan kedekatan seperti pada posisi cradle, sekaligus memberi bayi pandangan yang lebih tinggi dan terbuka.
Posisi tegak digunakan setelah bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya. Kedekatan tetap terjaga sambil memberi bayi pandangan yang lebih tinggi.

Langkah 13
Menyiapkan Posisi Tegak
Posisi Tegak
Pegang Tinggi dan Masukkan Kedua Kaki
Pegang Tinggi dan Masukkan Kedua Kaki
Pegang bayi tinggi pada bahu dan pertahankan tubuhnya dekat dengan tubuh Anda.
Masukkan tangan lainnya dari bawah kantong, terima kedua kaki, lalu arahkan perlahan ke dalam. Memulai dari posisi tinggi memberikan titik awal yang stabil.
Pegang bayi tinggi dan dekat pada bahu. Masukkan tangan melalui kantong, terima kedua kaki, lalu arahkan perlahan ke dalam.
Langkah 14
Dudukan Posisi Tegak
Dudukan Posisi Tegak
Dudukkan Bayi dalam Kantong secara Mendalam
Dudukkan Bayi secara Mendalam
Buka kedua kaki bayi dengan lembut agar berada di kedua sisi tubuh Anda.
Arahkan kedua kaki keluar dan tempatkan bokong bayi pada bagian terdalam kantong. Bayi harus duduk dan ditopang oleh kantong, bukan tergantung pada kain.
Buka kedua kaki bayi dengan lembut di kedua sisi tubuh Anda. Arahkan kaki keluar dan tempatkan bokong pada bagian terdalam kantong agar bayi duduk dan ditopang, bukan tergantung pada kain.


Langkah 15
Dekapan Tegak
Dekapan Tegak
Keluarkan Kedua Kaki dan Periksa Posisi
Keluarkan Kedua Kaki
Setelah melakukan penyetelan terbatas seperti dijelaskan di bawah, pastikan kain menopang bayi dengan halus dari punggung hingga bokong.
Kedua kaki harus keluar secara seimbang dari kantong, tanpa kain kendur, sementara bayi tetap ditopang nyaman dekat tubuh Anda.
Pastikan kain menopang bayi dengan halus dari punggung hingga bokong, kedua kaki keluar seimbang dari kantong, dan tidak ada kain kendur di sekitar tubuh yang ditopang.
DEKAPAN TEGAK

01 Periksa Ring
Sebelum memasukkan bayi ke sling, gunakan cermin untuk memastikan kedua ring berada tepat di bawah tulang selangka.

02 Terima Bayi
Pegang bayi tinggi pada bahu dan arahkan kedua kaki ke dalam kantong di depan dada.

03 Dudukkan dalam Kantong
Buka kedua kaki bayi dengan lembut di kedua sisi tubuh Anda dan tempatkan bokong ke dalam kantong.

04 Posisikan Bokong
Keluarkan kedua kaki dari kantong dan tempatkan bokong bayi secara dalam dan aman di bagian tengahnya.

05 Sesuaikan Posisi secara Terbatas
Hanya setelah bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya, bila terdapat kain berlebih di sekitar bahu bayi, topang seluruh berat bayi dengan satu tangan agar ring tidak menerima beban. Dengan tangan lainnya, gerakkan hanya kain berlebih tersebut melalui ring sedikit demi sedikit. Jangan menarik tail dengan paksa saat ring masih menahan beban.

06 Periksa Posisi M
Terakhir, pastikan lutut berada lebih tinggi daripada bokong dalam posisi berbentuk M dan kain yang cukup menopang bayi di bawah dudukannya.
Perawatan Sehari-hari
Memindahkan Bayi Tidur dan Menyusui
Perawatan sehari-hari berlanjut setelah posisi cradle atau tegak. Bagian ini menjelaskan cara mengeluarkan bayi yang tertidur dari sling dan meletakkannya pada permukaan tidur, serta cara menggunakan tail panjang sebagai penutup sementara saat menyusui sambil terus memantau wajah dan jalan napas bayi.
Pelajari cara mengeluarkan bayi yang tertidur dari sling untuk dipindahkan ke permukaan tidur, serta menggunakan tail sementara saat menyusui sambil memantau wajah dan jalan napas.
Langkah 16
Peralihan yang Lembut
Peralihan yang Lembut
Lepaskan Sling Sebelum Bayi Tidur
Lepaskan Sling Sebelum Bayi Tidur
Jika bayi tertidur saat digendong, bersiaplah memindahkannya secara perlahan.
Topang kepala bayi dengan satu tangan. Dengan tangan lainnya, angkat ring sedikit untuk melepaskan kuncian dan geser sling dengan hati-hati dari bahu. Pertahankan bayi pada posisi rendah dan tetap ditopang sepenuhnya, keluarkan bayi seluruhnya dari sling, lalu baringkan telentang pada permukaan tidur yang keras dan rata. Pastikan tidak ada kain sling atau bahan longgar lain di sekitar wajah.
Topang kepala bayi, lepaskan kuncian ring, lalu geser sling dengan hati-hati dari bahu. Pertahankan bayi tetap rendah dan ditopang sepenuhnya, keluarkan seluruhnya dari sling, lalu baringkan telentang pada permukaan tidur yang keras dan rata. Jangan sisakan kain di sekitar wajah.


Pemeriksaan Akhir
Tempat Tidur yang Aman
Tidur dengan Aman
Letakkan Bayi pada Permukaan Tidur
Letakkan pada Permukaan Tidur
Topang kepala dan tubuh bayi sambil bergerak pada posisi rendah di atas permukaan tidur. Setelah melepas sling dari bahu, keluarkan bayi seluruhnya dari sling dan baringkan telentang pada permukaan tidur yang keras dan rata. Pastikan tidak ada sling atau kain longgar di sekitar wajah.
Topang kepala dan tubuh, keluarkan bayi seluruhnya dari sling, lalu baringkan telentang pada permukaan tidur yang keras dan rata. Jangan sisakan kain di sekitar wajah.
Menyusui
Topik Khusus
Topik Khusus
Menggunakan Tail Saat Menyusui
Menggunakan Tail Saat Menyusui
Tail yang panjang dapat digunakan sebagai penutup visual sementara saat menyusui di luar rumah.
Juntaikan sisa tail secara longgar ke sisi berlawanan atau ke belakang bahu tanpa menutupi atau menekan wajah bayi. Selama menyusui, periksa wajah dan jalan napas secara berkala. Setelah selesai, kembalikan tail ke posisi normal dan pulihkan posisi gendong dengan seluruh wajah terlihat serta hidung dan mulut tidak tertutup kain maupun tubuh pemakai.
Tail dapat menjadi penutup visual sementara saat menyusui. Juntaikan secara longgar tanpa menutupi wajah bayi, lalu periksa wajah dan jalan napas secara berkala. Setelah selesai, kembalikan tail dan pastikan seluruh wajah terlihat serta hidung dan mulut tidak terhalang.

Prinsip Keselamatan
Prinsip Keselamatan
Poin 01
Keselamatan Bayi Baru Lahir
Keselamatan Bayi Baru Lahir
Perhatian saat Menggendong Bayi Baru Lahir
Menggendong Bayi Baru Lahir
- Jaga jalan napas tetap terbuka:
Saat menggendong bayi baru lahir, pastikan wajah bayi selalu terlihat dan tidak ada yang menghalangi jalan napas. Pastikan dagu bayi tidak menekan dada. - Pertahankan posisi yang ditopang:
Topang leher dan punggung bayi baru lahir dengan aman dan jangan memaksakan posisi yang tidak alami. - Periksa kesesuaian posisi:
Posisi yang terlalu ketat dapat menyulitkan pernapasan. Atur sling agar bayi stabil dengan ruang yang memadai.
- Jaga jalan napas tetap terbuka:
Pastikan wajah bayi terlihat dan tidak ada yang menghalangi jalan napas. Pastikan dagu tidak menekan dada. - Pertahankan posisi yang ditopang:
Topang leher dan punggung dengan aman dan jangan memaksakan posisi yang tidak alami. - Periksa kesesuaian posisi:
Posisi yang terlalu ketat dapat menyulitkan pernapasan. Jaga bayi tetap stabil dengan ruang yang memadai.
Poin 02
Penyetelan Aman
PENYETELAN AMAN
Jangan Menarik dengan Paksa
Jangan Menarik dengan Paksa
Ring mengunci dengan kuat saat menerima beban. Jangan menarik tail dengan paksa.
Mencoba menyetel sling saat sedang menopang seluruh berat bayi dapat membuat posisi Anda tidak stabil. Menarik tail secara tidak merata juga dapat menahan bayi dalam posisi yang tidak alami. Ring PsLing dirancang untuk mengunci saat menerima beban, jadi jangan memaksa tail bergerak melalui ring ketika sedang menggendong.
Ring mengunci saat menerima beban. Jangan menarik tail dengan paksa.
Menyetel saat sling menopang seluruh berat bayi dapat membuat posisi tidak stabil, dan tarikan tidak merata dapat menahan bayi secara tidak alami. Topang berat bayi, lepaskan kuncian ring, lalu gerakkan kain sedikit demi sedikit. Jangan pernah memaksa tail saat menggendong.
Poin 03
Penggunaan Aman
Penggunaan Aman
Ikuti Petunjuk PsLing
Ikuti Petunjuk PsLing
Cara memakai dan menyetel berbeda pada setiap produk. Selalu ikuti petunjuk khusus PsLing, bukan petunjuk untuk gendongan lain.
Cara memakai dan menyetel berbeda pada setiap produk. Selalu ikuti petunjuk khusus PsLing.
Poin 04
Jangan Membuat Kantong Tertutup
Jangan Membuat Kantong Tertutup
Jangan Bentuk Kantong yang Sempit dan Tertutup
Jangan Bentuk Kantong Tertutup
PsLing tidak menganjurkan mengencangkan kantong hingga menjadi sempit dan tertutup. Cegah dagu bayi menekan dada, dan jauhkan wajah dari kain maupun tubuh pemakai. Periksa kembali pernapasan dan posisi secara berkala.
Jangan mengubah kantong menjadi kantong tertutup. Beberapa gendongan disetel dengan menarik tail saat bayi sedang digendong. Pada PsLing, penyetelan saat menggendong hanya diperbolehkan dalam satu keadaan: setelah bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya, dalam posisi tegak, topang berat bayi dan setel hanya kain berlebih di sekitar bahu bayi. Jangan menyetel tail pada posisi lain, termasuk posisi cradle.
Jangan mengencangkan kantong hingga sempit dan tertutup. Jauhkan dagu bayi dari dada serta wajah dari kain dan tubuh pemakai. Periksa kembali pernapasan dan posisi secara berkala.
Jangan membuat kantong tertutup. Penyetelan PsLing saat menggendong terbatas pada posisi tegak setelah bayi mampu mengontrol kepala: topang berat bayi dan setel hanya kain berlebih di bahu. Jangan menyetel tail pada posisi lain, termasuk posisi cradle.
Poin 05
Hindari Hal Berikut
Hindari Hal Berikut
Contoh Penggunaan yang Salah
Contoh Penggunaan yang Salah
HAL YANG HARUS DIHINDARI

01 Menutupi Lengan Atas
Membentangkan bagian bahu terlalu turun pada lengan dapat menekan lengan atas dan menghambat sirkulasi.

02 Memakai dengan Sisi Terbalik
Memakai sling dengan label dan jahitan menghadap keluar dapat memperpendek masa pakai kain.

03 Memakai dengan Arah Terbalik
Jika ring berada di belakang punggung, tail tidak dapat digunakan dengan benar.

04 Mengangkangi Kantong yang Sempit
Mengangkangi kantong yang sempit membuat lebar kain tidak dapat digunakan sepenuhnya.

05 Merusak Kain
Menarik dengan tenaga berlebihan dapat merusak kain.
PANDUAN BERIKUTNYA / 01
Pilih Sling yang Tepat untuk Anda
Bandingkan bahan dan penggunaan sehari-hari untuk menemukan PsLing pertama yang sesuai.
<[Truncated]
PANDUAN BERIKUTNYA / 01
Pilih Sling yang Tepat untuk Anda
Bandingkan bahan dan penggunaan sehari-hari untuk menemukan PsLing pertama yang sesuai.
<[Truncated]
Menggendong dengan lebih nyaman, percaya diri, dan leluasa.
Enam belas langkah bergambar ini merangkum pengalaman PsLing selama dua puluh lima tahun,
agar sling bekerja secara alami mengikuti tubuh Anda.
Menggendong dengan nyaman dan percaya diri.
Enam belas langkah bergambar yang disempurnakan
dari pengalaman PsLing selama dua puluh lima tahun.
Daftar Panduan
Apa Itu Ring Sling?
Ring sling bayi dibuat dari satu lembar kain lebar yang dikunci melalui dua ring. Kain menopang bayi sekaligus membagi beban ke bahu dan punggung pemakai.
01 / STRUKTUR
Kain lebar melewati dua ring sehingga panjang dan ketegangannya dapat disesuaikan.
02 / PENOPANG
Kantong membungkus bayi, sedangkan kain yang lebar membagi beban ke bahu dan punggung.
03 / POSISI
Dapat digunakan dari posisi cradle untuk bayi baru lahir hingga posisi tegak setelah kontrol kepala berkembang.
Tujuannya bukan menenggelamkan bayi jauh ke dalam kain. Pastikan wajah dan jalan napas selalu terlihat, lalu gunakan lebar dan ketegangan kain untuk menopang posisi yang stabil.
Nama Bagian Ring Sling

Sisi luar terlihat saat sling dikenakan, sedangkan sisi dalam menghadap tubuh. Sebelum digunakan, kenali ekor yang menggantung dari ring dan kantong yang menopang bayi.
Ring
Dua ring mengunci kain serta mengatur ukuran lingkaran dan kekencangannya. Letakkan tepat di bawah tulang selangka.
Ekor
Ujung kain yang menggantung dari ring. Gunakan untuk memeriksa kain yang terpelintir dan mengatur setiap tepi kain.
Kantong
Bagian kain tengah yang menopang bayi. Gunakan seluruh lebarnya tanpa menyempitkannya menjadi kantong ketat, dan pastikan wajah serta jalan napas tetap terlihat.
Panduan Persiapan
Persiapan

Langkah 01
Kondisi Awal
Kondisi Awal
Kondisi PsLing Saat Diterima
Kondisi PsLing Saat Diterima
Setiap PsLing dibuat dengan perhatian pada setiap jahitan dan lipatan.
Untuk keperluan pengemasan, kain dimasukkan ke ring secara sementara. Keluarkan kain dari ring dengan lembut, lalu pasang kembali dengan benar mengikuti langkah-langkah berikut.
Setiap PsLing dibuat dengan perhatian pada setiap jahitan dan lipatan.
Kain dipasang sementara untuk pengemasan. Keluarkan dengan lembut, lalu pasang kembali mengikuti langkah-langkah berikut.
Dasar Memasang Kain ke Ring

01 Periksa Arah Kain
Pegang bagian bahu dengan label merek menghadap ke atas, lalu buka tail secara perlahan sambil memeriksa label perawatan di sisi belakangnya.

02 Buka Tail
Buka lipatan tail hingga selebar mungkin. Pegang kedua tepi luarnya pada bagian ujung, lalu bentangkan dengan lembut.

03 Kumpulkan Kain
Mulai dari kedua tepi luar, kumpulkan kain perlahan ke arah tengah hingga terbentuk lipatan yang merata di tangan Anda.

04 Masukkan Melalui Kedua Ring
Jaga ujung kain yang terkumpul tetap rata, lalu masukkan sekaligus melalui kedua ring tanpa membuat kain terpelintir.

05 Periksa Pelintiran
Sebelum melanjutkan, pastikan kain tidak terpelintir atau bertumpuk di antara bagian bahu dan ring.

06 Atur Ukuran Lingkaran
Tarik kain yang telah dimasukkan ke arah depan secara perlahan, lalu atur perkiraan ukuran lingkaran sesuai postur pemakai dan ukuran bayi.

07 Masukkan Kembali di Antara Ring
Seperti memasang ikat pinggang, lipat kain kembali lalu masukkan di antara kedua ring ke arah Anda.

08 Periksa Sisi Kain
Sisi belakang tail harus menghadap ke atas saat keluar dari ring. Susunan ini memungkinkan penyetelan yang lancar.

09 Periksa Tepi Tail
Terakhir, pastikan tepi bawah tail yang menjuntai membentuk kipas yang rata. Pemasangan dasar kini selesai.
Langkah 02
Mengatur Lipatan Kain
Mengatur Lipatan Kain
Atur Lipatan di Ring
Atur Lipatan di Ring
Lipatan yang tersusun merata pada ring sangat penting untuk menggendong dengan nyaman dan seimbang.
Susun kain dari tepi ke tepi menjadi lipatan seperti akordeon. Kedua tepi yang dijahit, atau rail, harus berada terpisah di sisi kiri dan kanan ring. Jika kain tidak terbentang rata, longgarkan lalu pisahkan lipatannya dengan lembut.
Lipatan yang merata pada ring penting untuk kenyamanan saat menggendong.
Pisahkan kedua tepi kain di sisi ring dan bentuk lipatan seperti akordeon. Jika ada bagian terpelintir atau bertumpuk, longgarkan dan atur kembali.

PENYETELAN LIPATAN

a. Longgarkan Seluruh Kain
Jika kain tidak bergerak dengan lancar, dorong tail yang kencang kembali ke arah ring dan longgarkan seluruh bagian lipatan.

b. Pisahkan Kedua Rail
Temukan tepi yang dijahit, atau rail, pada setiap sisi kain dan arahkan masing-masing ke sisi ring.

c. Pisahkan Lipatan Tengah
Terakhir, pisahkan kain di antara kedua rail seperti membuka akordeon hingga lipatannya kembali merata pada ring.

Langkah 03
Sentuhan Akhir
Sentuhan Akhir
Penyetelan Akhir
Penyetelan Akhir
Tarik tail perlahan ke bawah tanpa mengganggu susunan lipatan.
Menarik tail secukupnya akan mengatur lingkaran gendongan, atau kantong, pada ukuran awal yang tepat. Persiapan ini menjadi dasar posisi yang stabil dan dekat dengan tubuh.
Tarik tail perlahan ke bawah tanpa mengganggu susunan lipatan.
Atur lingkaran gendongan, atau kantong, pada ukuran awal yang sesuai agar posisinya stabil dan dekat dengan tubuh.
Langkah 04
PENYETELAN AMAN
PENYETELAN AMAN
Periksa Bentuk Kipas
Periksa Bentuk Kipas
Untuk menyelesaikan persiapan, pastikan tail terbuka membentuk kipas yang rata di bawah ring.
Kain harus menjuntai halus tanpa pelintiran dari satu tepi ke tepi lainnya. Susunan ini memungkinkan kain disetel dengan lancar saat Anda mulai menggendong.
Pastikan tail terbuka membentuk kipas yang rata di bawah ring, menjuntai halus tanpa pelintiran dari tepi ke tepi.

Pemakaian Dasar
Cara Memakai
Memakai PsLing bukan sekadar meletakkan selembar kain pada tubuh. Bagian bahu mengikuti garis alami tubuh, sementara kain terbentang halus melintasi badan sehingga ring dan kantong bekerja sebagai satu sistem penopang.
Langkah berikut menjelaskan konstruksi bahu dan urutan dasar pemakaian.
PsLing mengikuti bahu dan tubuh, bukan sekadar menggantung sebagai kain. Langkah berikut menjelaskan konstruksi dan urutan dasar pemakaiannya.

Langkah 05
Menyejajarkan Ring
Menyejajarkan Ring
Sejajarkan Kedua Ring
Sejajarkan Kedua Ring
Angkat sling perlahan dengan kedua tangan dan sejajarkan kedua ring agar menghadap lurus ke depan.
Posisi ring yang benar merupakan langkah pertama untuk memakai sling tanpa pelintiran.
Angkat sling dan sejajarkan kedua ring agar menghadap ke depan. Ini membantu mencegah kain terpelintir saat dikenakan.
Langkah 06
Masuk Melalui Lingkaran
Melalui Lingkaran
Letakkan pada Bahu
Letakkan pada Bahu
Pertahankan ring menghadap ke depan saat memasukkan lengan kanan dan kepala melalui lingkaran.
Letakkan bagian bahu pada bahu kiri, geser ring tepat ke bawah tulang selangka, lalu bentangkan kain secara lebar dan rata di punggung.
Panduan ini menggunakan PsLing untuk bahu kiri. Untuk pemakaian pada bahu kanan, balik petunjuk kiri dan kanan, lalu periksa kain dan posisi ring dengan saksama. Warna tail pada seri Gradation akan tampak berbeda saat dikenakan pada bahu yang berlawanan.
Pertahankan ring menghadap ke depan saat memasukkan lengan kanan dan kepala melalui lingkaran. Letakkan pada bahu kiri, posisikan ring di bawah tulang selangka, lalu bentangkan kain di punggung hingga rata.
Untuk bahu kanan, balik petunjuk arahnya dan periksa dengan teliti agar kain tidak terpelintir serta ring berada pada posisi yang benar.


Langkah 07
Menentukan Posisi Ring
Posisi Ring
Atur Posisi Ring
Atur Posisi Ring
Gunakan cermin untuk memastikan ring berada tepat di bawah tulang selangka.
Ring akan bergeser sedikit ke bawah setelah menerima berat bayi, jadi mulailah dari posisi sedikit lebih tinggi untuk mengurangi beban.
Periksa melalui cermin bahwa ring berada tepat di bawah tulang selangka. Mulailah sedikit lebih tinggi karena ring akan bergeser turun saat menerima berat bayi.
SPESIFIKASI BAHU

Periksa Spesifikasinya
Pegang ring di bagian atas dengan label merek menghadap Anda, lalu bentangkan tail. Posisi label perawatan menunjukkan spesifikasi bahunya.

Spesifikasi Bahu Kiri
Dibuat untuk dikenakan pada bahu kiri, dengan warna Gradation dan tenunan tail dirancang agar menjuntai ke arah yang semestinya.

Spesifikasi Bahu Kanan
Dibuat untuk dikenakan pada bahu kanan agar kain tidak terpelintir serta jatuh dan warna tail tampil sebagaimana dirancang.
PsLing dibuat sesuai spesifikasi bahu yang dipilih saat memesan. Sling dapat dikenakan pada bahu sebaliknya, tetapi kain akan terpelintir satu kali di bagian punggung. Periksa pelintiran kain dan posisi ring dengan saksama serta ikuti panduan ini. Pada seri Gradation, tampilan warna di bagian bahu dan kantong akan berbeda dari susunan biasanya saat dikenakan pada bahu sebaliknya.
Langkah 08
Membentuk Kantong
Membentuk Kantong
Bentuk Kantong Penopang
Bentuk Kantong Penopang
Masukkan satu tangan ke dalam sling dan bentuk kantong membulat di depan dada.
Gunakan lengan bawah dan tangan untuk membentangkan kain ke arah luar sehingga tersedia kedalaman yang cukup bagi bokong bayi.
Masukkan satu tangan dan bentuk kantong membulat di depan dada. Bentangkan kain dengan lengan bawah dan tangan agar cukup dalam untuk menopang bokong bayi.

Posisi Cradle
Posisi Cradle
Saat menggendong bayi yang belum mampu mengontrol kepala sepenuhnya, prioritas utama adalah posisi yang memungkinkan Anda terus melihat wajah dan memantau jalan napas. Bagian ini menjelaskan posisi cradle dengan metode PsLing. Selama digunakan, pastikan seluruh wajah bayi terlihat, kain maupun tubuh pemakai tidak menutupi hidung atau mulut, dan dagu tidak menekan dada.
Sebelum bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya, gunakan posisi yang memungkinkan wajah dan jalan napas selalu dipantau. Pastikan seluruh wajah terlihat dan kain maupun tubuh Anda tidak menutupi hidung atau mulut.

Langkah 09
Menyambut Bayi
Menyambut Bayi
Masukkan Bayi ke dalam Kantong
Masukkan Bayi ke dalam Kantong
Gendong bayi dengan lembut pada posisi tinggi di bahu yang berlawanan dengan sling sambil berbicara dengan tenang.
Masukkan tangan lainnya dari bawah kantong untuk menerima kedua kaki, lalu arahkan bayi perlahan ke bagian terdalam kantong dengan bokong terlebih dahulu. Mulailah dengan perut bayi menempel nyaman pada tubuh Anda.
Gendong bayi tinggi pada bahu yang berlawanan dengan sling. Masukkan tangan melalui kantong untuk menerima kedua kaki, lalu arahkan bayi ke bagian terdalam dengan bokong terlebih dahulu dan perut menempel nyaman pada tubuh Anda.
Langkah 10
Tampak Samping yang Tepat
Tampak Samping
Periksa Kaki dari Samping
Periksa Kaki dari Samping
Setelah bayi berada dalam posisi cradle, gunakan cermin untuk memeriksa kaki dari samping.
Kaki harus tetap terlihat sedikit melewati tepi kantong. Ini menunjukkan bokong berada di bagian terdalam kantong dengan pinggul terbuka. Jangan mengencangkan tail secara berlebihan.
Gunakan cermin untuk memeriksa kaki dari samping. Kaki harus terlihat sedikit melewati tepi kantong, yang menunjukkan bokong berada cukup dalam dengan pinggul terbuka.


Langkah 11
Pemeriksaan Posisi Cradle
Periksa Posisi Cradle
Periksa Seluruh Posisi
Periksa Seluruh Posisi
Periksa keseimbangan secara keseluruhan dan pastikan bayi ditopang dengan nyaman.
Gunakan cermin untuk memeriksa setiap penanda posisi berikut, terutama wajah, jalan napas, leher, punggung, pinggul, dan kedalaman kantong.
Periksa keseimbangan melalui cermin, terutama wajah, jalan napas, leher, punggung, pinggul, dan kedalaman kantong.
Langkah 12
Bentangan Kipas yang Rapi
Bentangan Kipas
Selesaikan Bentangan Berbentuk Kipas
Selesaikan Bentangan Berbentuk Kipas
Setelah seluruh pemeriksaan keselamatan selesai, pegang kedua tepi luar tail di bawah ring lalu bentangkan dengan lembut.
Posisi cradle selesai saat kain terbuka menjadi bentangan kipas yang rata.
Setelah seluruh pemeriksaan keselamatan selesai, pegang kedua tepi tail dan bentangkan dengan lembut menjadi kipas yang rata.

LANGKAH MEMASUKKAN BAYI

01 Periksa Ring
Sebelum memasukkan bayi ke sling, gunakan cermin untuk memastikan kedua ring berada tepat di bawah tulang selangka.

02 Topang Bayi
Sambil memegang bayi dengan aman menggunakan lengan kanan, masukkan lengan kiri dari bawah kantong untuk menopang bayi.

03 Arahkan ke dalam Kantong
Gunakan lengan yang menopang dari dalam untuk mengarahkan bayi perlahan ke bagian terdalam kantong yang terbuka.

04 Posisikan Bokong
Sesuaikan dengan lembut agar bokong bayi berada di tengah dan titik terdalam kantong.

05 Bentangkan Kantong
Bentangkan kain kantong ke luar agar menopang punggung dan bokong bayi secara merata, sambil memastikan seluruh wajah terlihat dan bebas dari kain.

06 Periksa Tepi Tail
Setelah posisi stabil, pastikan kedua tepi tail menjuntai lurus dari ring tanpa pelintiran.

07 Lengkungan Lembut yang Ditopang
Dalam posisi cradle, tubuh bayi tidak boleh tertekan hingga melengkung terlalu rapat. Pertahankan lengkungan lembut dengan leher dan punggung ditopang serta jalan napas tetap terbuka.

08 Pastikan Label di Bagian Dalam
Setelah sling dikenakan, pastikan label bahu tetap berada di bagian dalam dan kain tidak terpelintir.

09 Kaki Terlihat dari Samping
Dari samping, pastikan kaki terlihat melewati tepi kantong. Ini menunjukkan bokong bayi telah berada pada kedalaman yang semestinya.
Posisi Tegak
Posisi Tegak
Posisi tegak digunakan setelah bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya. Posisi ini mempertahankan kedekatan seperti pada posisi cradle, sekaligus memberi bayi pandangan yang lebih tinggi dan terbuka.
Posisi tegak digunakan setelah bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya. Kedekatan tetap terjaga sambil memberi bayi pandangan yang lebih tinggi.

Langkah 13
Menyiapkan Posisi Tegak
Posisi Tegak
Pegang Tinggi dan Masukkan Kedua Kaki
Pegang Tinggi dan Masukkan Kedua Kaki
Pegang bayi tinggi pada bahu dan pertahankan tubuhnya dekat dengan tubuh Anda.
Masukkan tangan lainnya dari bawah kantong, terima kedua kaki, lalu arahkan perlahan ke dalam. Memulai dari posisi tinggi memberikan titik awal yang stabil.
Pegang bayi tinggi dan dekat pada bahu. Masukkan tangan melalui kantong, terima kedua kaki, lalu arahkan perlahan ke dalam.
Langkah 14
Dudukan Posisi Tegak
Dudukan Posisi Tegak
Dudukkan Bayi dalam Kantong secara Mendalam
Dudukkan Bayi secara Mendalam
Buka kedua kaki bayi dengan lembut agar berada di kedua sisi tubuh Anda.
Arahkan kedua kaki keluar dan tempatkan bokong bayi pada bagian terdalam kantong. Bayi harus duduk dan ditopang oleh kantong, bukan tergantung pada kain.
Buka kedua kaki bayi dengan lembut di kedua sisi tubuh Anda. Arahkan kaki keluar dan tempatkan bokong pada bagian terdalam kantong agar bayi duduk dan ditopang, bukan tergantung pada kain.


Langkah 15
Dekapan Tegak
Dekapan Tegak
Keluarkan Kedua Kaki dan Periksa Posisi
Keluarkan Kedua Kaki
Setelah melakukan penyetelan terbatas seperti dijelaskan di bawah, pastikan kain menopang bayi dengan halus dari punggung hingga bokong.
Kedua kaki harus keluar secara seimbang dari kantong, tanpa kain kendur, sementara bayi tetap ditopang nyaman dekat tubuh Anda.
Pastikan kain menopang bayi dengan halus dari punggung hingga bokong, kedua kaki keluar seimbang dari kantong, dan tidak ada kain kendur di sekitar tubuh yang ditopang.
DEKAPAN TEGAK

01 Periksa Ring
Sebelum memasukkan bayi ke sling, gunakan cermin untuk memastikan kedua ring berada tepat di bawah tulang selangka.

02 Terima Bayi
Pegang bayi tinggi pada bahu dan arahkan kedua kaki ke dalam kantong di depan dada.

03 Dudukkan dalam Kantong
Buka kedua kaki bayi dengan lembut di kedua sisi tubuh Anda dan tempatkan bokong ke dalam kantong.

04 Posisikan Bokong
Keluarkan kedua kaki dari kantong dan tempatkan bokong bayi secara dalam dan aman di bagian tengahnya.

05 Sesuaikan Posisi secara Terbatas
Hanya setelah bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya, bila terdapat kain berlebih di sekitar bahu bayi, topang seluruh berat bayi dengan satu tangan agar ring tidak menerima beban. Dengan tangan lainnya, gerakkan hanya kain berlebih tersebut melalui ring sedikit demi sedikit. Jangan menarik tail dengan paksa saat ring masih menahan beban.

06 Periksa Posisi M
Terakhir, pastikan lutut berada lebih tinggi daripada bokong dalam posisi berbentuk M dan kain yang cukup menopang bayi di bawah dudukannya.
Perawatan Sehari-hari
Memindahkan Bayi Tidur dan Menyusui
Perawatan sehari-hari berlanjut setelah posisi cradle atau tegak. Bagian ini menjelaskan cara mengeluarkan bayi yang tertidur dari sling dan meletakkannya pada permukaan tidur, serta cara menggunakan tail panjang sebagai penutup sementara saat menyusui sambil terus memantau wajah dan jalan napas bayi.
Pelajari cara mengeluarkan bayi yang tertidur dari sling untuk dipindahkan ke permukaan tidur, serta menggunakan tail sementara saat menyusui sambil memantau wajah dan jalan napas.
Langkah 16
Peralihan yang Lembut
Peralihan yang Lembut
Lepaskan Sling Sebelum Bayi Tidur
Lepaskan Sling Sebelum Bayi Tidur
Jika bayi tertidur saat digendong, bersiaplah memindahkannya secara perlahan.
Topang kepala bayi dengan satu tangan. Dengan tangan lainnya, angkat ring sedikit untuk melepaskan kuncian dan geser sling dengan hati-hati dari bahu. Pertahankan bayi pada posisi rendah dan tetap ditopang sepenuhnya, keluarkan bayi seluruhnya dari sling, lalu baringkan telentang pada permukaan tidur yang keras dan rata. Pastikan tidak ada kain sling atau bahan longgar lain di sekitar wajah.
Topang kepala bayi, lepaskan kuncian ring, lalu geser sling dengan hati-hati dari bahu. Pertahankan bayi tetap rendah dan ditopang sepenuhnya, keluarkan seluruhnya dari sling, lalu baringkan telentang pada permukaan tidur yang keras dan rata. Jangan sisakan kain di sekitar wajah.


Pemeriksaan Akhir
Tempat Tidur yang Aman
Tidur dengan Aman
Letakkan Bayi pada Permukaan Tidur
Letakkan pada Permukaan Tidur
Topang kepala dan tubuh bayi sambil bergerak pada posisi rendah di atas permukaan tidur. Setelah melepas sling dari bahu, keluarkan bayi seluruhnya dari sling dan baringkan telentang pada permukaan tidur yang keras dan rata. Pastikan tidak ada sling atau kain longgar di sekitar wajah.
Topang kepala dan tubuh, keluarkan bayi seluruhnya dari sling, lalu baringkan telentang pada permukaan tidur yang keras dan rata. Jangan sisakan kain di sekitar wajah.
Menyusui
Topik Khusus
Topik Khusus
Menggunakan Tail Saat Menyusui
Menggunakan Tail Saat Menyusui
Tail yang panjang dapat digunakan sebagai penutup visual sementara saat menyusui di luar rumah.
Juntaikan sisa tail secara longgar ke sisi berlawanan atau ke belakang bahu tanpa menutupi atau menekan wajah bayi. Selama menyusui, periksa wajah dan jalan napas secara berkala. Setelah selesai, kembalikan tail ke posisi normal dan pulihkan posisi gendong dengan seluruh wajah terlihat serta hidung dan mulut tidak tertutup kain maupun tubuh pemakai.
Tail dapat menjadi penutup visual sementara saat menyusui. Juntaikan secara longgar tanpa menutupi wajah bayi, lalu periksa wajah dan jalan napas secara berkala. Setelah selesai, kembalikan tail dan pastikan seluruh wajah terlihat serta hidung dan mulut tidak terhalang.

Prinsip Keselamatan
Prinsip Keselamatan
Poin 01
Keselamatan Bayi Baru Lahir
Keselamatan Bayi Baru Lahir
Perhatian saat Menggendong Bayi Baru Lahir
Menggendong Bayi Baru Lahir
- Jaga jalan napas tetap terbuka:
Saat menggendong bayi baru lahir, pastikan wajah bayi selalu terlihat dan tidak ada yang menghalangi jalan napas. Pastikan dagu bayi tidak menekan dada. - Pertahankan posisi yang ditopang:
Topang leher dan punggung bayi baru lahir dengan aman dan jangan memaksakan posisi yang tidak alami. - Periksa kesesuaian posisi:
Posisi yang terlalu ketat dapat menyulitkan pernapasan. Atur sling agar bayi stabil dengan ruang yang memadai.
- Jaga jalan napas tetap terbuka:
Pastikan wajah bayi terlihat dan tidak ada yang menghalangi jalan napas. Pastikan dagu tidak menekan dada. - Pertahankan posisi yang ditopang:
Topang leher dan punggung dengan aman dan jangan memaksakan posisi yang tidak alami. - Periksa kesesuaian posisi:
Posisi yang terlalu ketat dapat menyulitkan pernapasan. Jaga bayi tetap stabil dengan ruang yang memadai.
Poin 02
Penyetelan Aman
PENYETELAN AMAN
Jangan Menarik dengan Paksa
Jangan Menarik dengan Paksa
Ring mengunci dengan kuat saat menerima beban. Jangan menarik tail dengan paksa.
Mencoba menyetel sling saat sedang menopang seluruh berat bayi dapat membuat posisi Anda tidak stabil. Menarik tail secara tidak merata juga dapat menahan bayi dalam posisi yang tidak alami. Ring PsLing dirancang untuk mengunci saat menerima beban, jadi jangan memaksa tail bergerak melalui ring ketika sedang menggendong.
Ring mengunci saat menerima beban. Jangan menarik tail dengan paksa.
Menyetel saat sling menopang seluruh berat bayi dapat membuat posisi tidak stabil, dan tarikan tidak merata dapat menahan bayi secara tidak alami. Topang berat bayi, lepaskan kuncian ring, lalu gerakkan kain sedikit demi sedikit. Jangan pernah memaksa tail saat menggendong.
Poin 03
Penggunaan Aman
Penggunaan Aman
Ikuti Petunjuk PsLing
Ikuti Petunjuk PsLing
Cara memakai dan menyetel berbeda pada setiap produk. Selalu ikuti petunjuk khusus PsLing, bukan petunjuk untuk gendongan lain.
Cara memakai dan menyetel berbeda pada setiap produk. Selalu ikuti petunjuk khusus PsLing.
Poin 04
Jangan Membuat Kantong Tertutup
Jangan Membuat Kantong Tertutup
Jangan Bentuk Kantong yang Sempit dan Tertutup
Jangan Bentuk Kantong Tertutup
PsLing tidak menganjurkan mengencangkan kantong hingga menjadi sempit dan tertutup. Cegah dagu bayi menekan dada, dan jauhkan wajah dari kain maupun tubuh pemakai. Periksa kembali pernapasan dan posisi secara berkala.
Jangan mengubah kantong menjadi kantong tertutup. Beberapa gendongan disetel dengan menarik tail saat bayi sedang digendong. Pada PsLing, penyetelan saat menggendong hanya diperbolehkan dalam satu keadaan: setelah bayi mampu mengontrol kepala sepenuhnya, dalam posisi tegak, topang berat bayi dan setel hanya kain berlebih di sekitar bahu bayi. Jangan menyetel tail pada posisi lain, termasuk posisi cradle.
Jangan mengencangkan kantong hingga sempit dan tertutup. Jauhkan dagu bayi dari dada serta wajah dari kain dan tubuh pemakai. Periksa kembali pernapasan dan posisi secara berkala.
Jangan membuat kantong tertutup. Penyetelan PsLing saat menggendong terbatas pada posisi tegak setelah bayi mampu mengontrol kepala: topang berat bayi dan setel hanya kain berlebih di bahu. Jangan menyetel tail pada posisi lain, termasuk posisi cradle.
Poin 05
Hindari Hal Berikut
Hindari Hal Berikut
Contoh Penggunaan yang Salah
Contoh Penggunaan yang Salah
HAL YANG HARUS DIHINDARI

01 Menutupi Lengan Atas
Membentangkan bagian bahu terlalu turun pada lengan dapat menekan lengan atas dan menghambat sirkulasi.

02 Memakai dengan Sisi Terbalik
Memakai sling dengan label dan jahitan menghadap keluar dapat memperpendek masa pakai kain.

03 Memakai dengan Arah Terbalik
Jika ring berada di belakang punggung, tail tidak dapat digunakan dengan benar.

04 Mengangkangi Kantong yang Sempit
Mengangkangi kantong yang sempit membuat lebar kain tidak dapat digunakan sepenuhnya.

05 Merusak Kain
Menarik dengan tenaga berlebihan dapat merusak kain.
